Lulusan Keperawatan Stikes Bali Berdaya Saing Tinggi

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali Drs. Ketut Widia, BN.Stud., M.M., Jumat (21/8) kemarin mewisuda 80 sarjana keperawatan (S.Kep). Pada wisuda sarjana perdana S- 1 Keperawatan reguler ini juga diperkenalkan tari kebesaran Stikes Bali diberi nama ''Wisnu Werdhi''.

Ketut Widia mengungkapkan lulusan Keperawatan Stikes Bali ini memeliki daya saing tinggi. Sebagian dari mereka telah teruji mengikuti program pertukaran di Thailand dan mapan dalam bahasa asing.


Peningkatan daya saing ini sesuai visi Stikes Bali mencetak SDM berdaya saing internasional. Makanya segala jenis kerja sama dengan pihak luar negeri terus ditingkatkan. Ini ditunjukkan 21,25 persen meraih predikat pujian, 65 persen sangat memuaskan dan sisanya predikat memuaskan. Lulusan terbaik I, II dan III diraih Noviana Sagitarini, Rati Asari dan Dwi Arisani.

Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka di acara itu langsung memproklamasikan nama Convention Hall Stikes Bali, aula tempat wisuda kemarin. Nama ini pas dengan visi Stikes go international yang segera membangun klinik bertaraf internasional.

Di depan Kadiskes Bali dr. Suteja, MPH., Ida Bagus Arka mengatakan saat ini pihaknya mengirim empat dosen kuliah S-2 di Jakarta dan Unpad, dua menempuh magister bahasa Inggris di Australia. Seorang dosen dengan dana Dikti kini kuliah S-3 di Australia. Jika sukses, Stikes pertama memiliki doktor keparawatan di Bali. Sementara kerja sama dengan luar negeri terus dipadatkan yakni dengan Thailand, Australia dan Jepang.

Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. Baharuddin AB mengaku bangga dengan prestasi mahasiswa Stikes Bali dalam lomba debat bahasa Inggris yang mewakili Kopertis VIII di pusat. Selain terakreditasi, para dosennya juga diberi kesempatan menempuh S-2 sehingga menjadikan Stikes Bali sebagai PT mandiri di Bali. Ini penting dilakukan guna menjadi teladan bagi mahasiswa. Makanya ia mengajak dosen di Kopertis VIII untuk berlomba memenangkan biaya kuliah S-3 di PT mana saja di luar negeri. Dikti, katanya, menganggarkan dana besar lewat APBN yang mau melanjutkan ke luar negeri. ''Tahun ini tiga dosen Kopertis yang lolos kuliah ke luar negeri, satu dari Stikes Bali,'' ujarnya.

Sumber : Bali Post (Selasa, 22 Agustus 2009)

Login

Translate to: