Stikes Bali Lepas Lulusan S-1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali untuk pertama kalinya menghasilkan sarjana keperawatan (S-1) dengan gelar S.Kep. Pelepasan 80 sarjana keperawatan ini dilakukan Ketua Stikes Bali Drs. Ketut Widia, M.M.,B.Stud., Rabu (19/8) kemarin di aual kampus setempat.
Auala kampus termegah di Kopertis Wilayah VIII ini juga pertama kali dipakai acara yudisium. Dari 80 mahasiswa yang diyudisium kemarin, menurut Ketua Program Studi Sarjana Keperawatan A.A. Ayu Yuliati Darmini, S.Kep.Ns., 21,25 persen lulus dengan pujian, 65 persen dengan predikat sangat memuaskan dan sisanya dengan predikat memuaskan. Hanya dua mahasiswa yang mengikuti ujian ulangan, namun akhirnya dinyatakan lulus.
Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengatakan lulusan S-1 Keperawatan ini sudah ditunggu dunia kerja. Di antaranya RS di Bintaro meminta 16 lulusan S-1 Keperawatan yang sukses menjalankan program pertukaran di Thailand. Sebuah Stikes di Jayapura juga meminta SDM Stikes ini untuk menjadi dosen. Namun, Ida Bagus Arka mengatakan untuk bisa bekerja profesional, para lulusan S-1 Keperawatan ini harus menjalani pendidikan profesi lagi dua semester. Ia berharap lulusannya mengisi peluang kerja di Bali dan luar Bali karena mereka ini sudah bisa diandalkan dalam hal penguasaan bahasa asing.
Pendidikan profesi, katanya, dilakukan di Stikes Bali karena Stikes Bali memenuhi syarat terakreditasi untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. ''Jadi, kalau pintar mahasiswa bisa tamat dalam waktu lima tahun,'' ujarnya.
Ketua Stikes Bali Ketut Widia mengatakan pendidikan profesi dengan 32 SKS bukanlah pekerjaan yang gampang. Diperlukan disiplin dan komunikasi yang baik untuk meraih predikat sebagai SDM bidang keperawatan yang profesional.
Ia bangga lulusannya sebagian besar meraih predikat pujian dan sangat memuaskan. Ini sebagai indikator bahwa PBM di Stikes Bali berjalan berkualitas. Ia pun menyetujui usulan mahasiswa untuk menempuh praktik mandiri di kampus guna menunjang pendidikan profesi ini. ''Inisiatif mahasiswa ini sangat tepat guna mengisi diri menghadapi era globalisasi,'' ujarnya.
Sumber : Bali Post (Selasa, 20 Agustus 2009)

